Rabu, 28 Juli 2010

Hidup Bagai SitKom ...

Hari ini Upik bangun di pagi hari yang hujan. Lalu dengan langkah gontai, ia berjalan menuju dapur menyeduh secangkir kopi instan. Biasanya setelah itu ia akan menyetel TV lalu menonton infotainment, namun alangkah kagetnya ia karena ternyata tayangan infotainment di HARAMkan. "Ah, lalu bagaimana kisah cinta artis 'oplasan' itu dengan pria beristri itu??" pikir Upik. Sekarang jika ia mengikuti cerita selanjutnya dia akan berdosa.

Hari Upik berlanjut ketika dia pergi kesalah satu mall di kota bandung untuk mencari kado, hadiah untuk koala bersama kodok, mangoose dan beruang.

Kisah bodoh hari inipun dimulai.

Hari ulang tahun Sapi dan Koala sudah lewat beberapa hari yang lalu sebenarnya. Karena minggu yang lalu sangat sulit bertemu, Upik dan teman-temannya berencana untuk memberikan surprise di hari ini. Mereka membeli hadiah boneka kepala sapi untuk sapi. Membelikan alat pijat wajah, cake dan tanaman mini untuk koala.

Hadiah Sapi sudah dibeli bebarapa hari yang lalu. Kemudian dibawa ke kampus dengan mobil papa kodok. Upik dan Kodok mengambilnya dibasement. Lalu pergi keatas untuk membungkusnya diperpustakaan jurusan.

Saat mereka menunggu lift turun ( Lift aneh yang hanya bisa naik ke lantai 2-4, padahal tujuan mereka adalah lantai 3. Tapi, mereka pintar! Mereka akan naik ke lantai 4 lalu turun menggunakan tangga ke lantai 3. "Lebih baik turun satu lantai daripada naik 2 lantai" pikir pintar mereka) terdengar suara teriakan sapi memanggil. "Upiiiiiiikkkkk" teriaknya mengganggu seisi loby lantai 1. Awalnya, Upik dan Kodok yang terlihat kaget, seketika berubah panik ketika mereka sadar, sedang membawa kado untuk sapi yang belum di bungkus. Alhasil, Upik dan Kodok menempelkan tubuhnya ke tembok, mengira bahwa boneka itu tidak akan terlihat. "Hallo sapiiiiiiiiiiiiiiii" teriak mereka membalas sapa sapi dengan posisi paling aneh yang pernah dilihat orang, seperi cicak.

Saat berhasil naik lift, secepat kilat mereka masuk ke perpustakaan dan membungkus kado-kado itu secepat dan seindah yang mereka bisa.

Waktu untuk pemberian hadiahpun tiba. Sapi masuk ke dalam perpustakaan dengan senyumnya yang biasa. "Maaf ya, sapi. Kado buat koala udah kita bungkusin. Padahal sapi pengen ikut bungkusin" kata Upik menunjuk kado Koala, kebetulan tidak ada koala di situ. Mungkin masih dalam perjalanan dari Sidney ke Bandung, karena ternyata jarak kedua kota itu memang cukup jauh. Kado untuk sapi, mereka sembunyikan dalam lemari.

"Oh, ga apa-apa koq" sahut Sapi.

Upik, kodok, mangoose, kelinci dan beruang mengajak sapi mengobrol biasa seolah-olah tak akan ada kejutan yang akan diberikan.

Tiba-tiba, "Sapi, awas! ada kecoa di belakang kamu" kata kodok dalam suara yang begitu meyakinkan Sapipun menoleh kebelakang mencari serangga itu.

"Mana??"

"Itu dibelakang kamu"

Sapi masih mencari serangga yang sebenarnya tidak ada itu, ketika yang lain mengeluarkan kado sapi dan menyimpannya tepat di hadapan sapi. dan sapi menoleh lg ke depan "taraaaaaaaa~". Momen mengharukanpun di mulai. Untung di sini terdapat perpustakaan ajaib, dimana orang-orang di perbolehkan untuk berteriak dan berpelukan.

"Hidup kita bagai sitkom" ceplos Upik saat mengingat kembalikejadian di depan lift tadi.

Serial hari inipun masih berlanjut...

bersambung ....

Selasa, 27 Juli 2010

And the story begin ....

Blog ini menceritakan tentang sebuah skenario hidup seorang remaja yang menuju dewasa labil. Bernama Upik. Di dalam otaknya masih dipenuhi dengan serial spongebob dan avatar-the legend of aang. Selain itu, dia juga dikenal sebagai wanita pecinta uang. Entah bagaimana, dia bersama kawan-kawannya masuk kedalam koloni bodoh. Menganut ilmu bodohisme yang berlandaskan Undang-undang otakkoclakisme.

Cita-cita Upik masih sering berubah. Seperti ketika dia menonton Armagedon, dia ingin menjadi Astronot, menyelamatkan dunia dari asteroid. Atau saat dia menonton acara memasak di TV, tiba-tiba terbesit dalam otaknya untuk menjadi seorang chef profesional. Bahkan, saat dia menonton Spiderman, dia membayangkan bahwa dialah yang ada di balik topeng merah, bukannya Peter Parker. Namun sebenarnya, cita - citanya sederhana saja, dia ingin tertawa bersama orang - orang yang ia cintai. Berbahagia bersama orang-orang yang ia sayangi.

Dia tinggal bersama kakek-neneknya yang baik lagi luchu. Walaupun terkadang Upik merasa kesal dengan pendengaran Kakek-neneknya yang terus berkurang, karena bila keduanya sedang mengobrol maka seolah-olah mereka menggunakan toa. Terlebih keduanya saling mengejek satu sama lain dengan kata "torek" (bahasa sunda yang artinya congek). Kakeknya yang baik hati selalu berkata bahwa Upik itu "kurus" bahkan disaat berat badan Upik mencapai 51 kg.

Orang tua dan kedua adiknya berada di sebuah kota antah berantah nun jauh disana. Ayahnya hanya seorang karyawan biasa yang mempunyai sifat SKSD (sok kenal sok dekat) yang mengkhwatirkan. Ibunya seorang ibu rumah tangga biasa, tapi mempunyai sifat ingin tahu yang rrruuuuaaaarrrr binasa. Adik yang pertamanya, seorang remaja cowok labil yang setiap harinya mempunyai cerita-cerita unik. Adik bungsunya, seorang remaja cewek labil yang tiap mempunyai peer membuat orang seisi rumah kelabakan.

Upik juga mempunyai banyak teman dikampusnya. Di mulai dari sapi, kodok, dolpini, koala, mangoose, kelinci, kura-kura, dan beruang. Kesemua temannya itu mengeong lho. Bersama teman-temannya itulah, dia merajut mimpi dan berusaha menggapai mimpi itu.

Semua itu yang membuat hidup Upik berwarna, penuh canda tawa. Semua itu yang membuat Upik sadar, karena hidup itu menyenangkan. Setiap hari adalah hari yang istimewa. Karena itu, syukurilah dan tersenyumlah. \^o^/

And the story has begun ....